Skip to main content

Abu Darda

Pada saat balatentara Islam berperang, kalah dan menang di beberapa penjuru bumi, di kota Madinah berdiam seorang ahli hikmah dan filsuf yang mengagumkan.

Dari dirinya memancar mutiara yang cemerlang dan bernilai.
Ia senantiasa mengucapkan kata-kata indah kepada masyarakat sekelilingnya, "Maukah kamu sekalian, aku kabarkan amalan-amalan yang terbaik. Amalan yang terbersih di sisi Allah dan paling meninggikan derajat kalian.
Lebih baik dari memerangi musuh dengan menghantam batang leher mereka, lalu mereka pun menebas batang lehermu, dan malah lebih baik dari emas dan perak?"

Para pendengarnya menjulurkan kepala mereka ke depan karena ingin tahu, lalu bertanya, "Apakah itu wahai, Abu Darda'?"

Abu Darda' menjawab, "Dzikrullah!"

Ahli hikmah yang mengagumkan ini bukannya menganjurkan orang menganut filsafat dan mengasingkan diri. Ia juga tidak bermaksud menyuruh orang meninggalkan dunia, dan tidak juga mengabaikan hasil agama ini yang telah dicapai dengan jihad fi sabilillah.

Abu Darda' bukanlah tipe orang semacam itu, karena ia telah ikut berjihad mempertahankan agama Allah bersama Rasulullah SAW hingga datangnya pertolongan Allah dengan pembebasan dan kemenangan merebut kota Makkah.

Abu Darda' adalah ahli hikmah yang besar di zamannya. Ia adalah sosok yang telah dikuasai oleh kerinduan yang amat besar untuk melihat hakikat dan menemukannya. Ia menyerahkan diri secara bulat kepada Allah, berada di jalan lurus hingga mencapai tingkat kebenaran yang teguh.
Pernah ibunya ditanyai orang tentang amalan yang sangat disenangi Abu Darda'. Sang ibu menjawab, "Tafakur dan mengambil i'tibar (pelajaran)."

Pada saat memeluk Islam dan berbaiat pada Rasulullah SAW, Abu Darda' adalah seorang saudagar kaya yang berhasil di antara para saudagar kota Madinah. Dan sebelum memeluk Islam, ia telah menghabiskan sebagian besar umurnya dalam perniagaan, bahkan sampai Rasulullah dan kaum Muslimin lainnya hijrah ke Madinah. Tidak lama setelah memeluk Islam, kehidupannya berbalik arah.
"Aku tidak mengharamkan jual-beli. Hanya saja, aku pribadi lebih menyukai diriku termasuk dalam golongan orang yang perniagaan dan jual-beli itu tidak melalaikannya dari dzikir kepada Allah," ujarnya.

Abu Darda' sangat terkesan hingga mengakar ke dasar jiwanya dengan ayat-ayat Al-Qur'an yang berisi bantahan terhadap, "Orang yang mengumpul-ngumpulkan harta dan menghitung-hitungnya." (QS Al-Humazah: 2-3).

Ia juga sangat terkesan sabda Rasulullah SAW, "Yang sedikit mencukupi, lebih baik daripada yang banyak namun merugikan."

Oleh sebab itulah, ia kerap menangisi mereka yang jatuh menjadi tawanan harta kekayaan. "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hati yang bercabang-cabang."

Orang-orang bertanya, "Apakah yang dimaksud dengan hati yang bercabang-cabang itu?"

"Memiliki harta benda di setiap lembah!" jawabnya. Ia mengimbau manusia untuk memiliki dunia tanpa terikat padanya. Itulah cara pemilikan hakiki. Adapun keinginan hendak menguasainya secara serakah, takkan pernah ada kesudahannya. Maka yang demikian adalah seburuk-buruk corak penghambaan diri.

Saat itu ia juga berkata, "Barangsiapa yang tidak pernah merasa puas terhadap dunia, maka tak ada dunia baginya."
Bagi Abu Darda', harta hanyalah alat bagi kehidupan yang bersahaja dan
sederhana, tidak lebih. Berpijak dari sini, maka manusia hendaknya mengusahakannya dengan cara yang halal, dan mendapatkannya secara sopan dan sederhana, bukan dengan kerakusan dan mati-matian. "Jangan kau makan, kecuali yang baik. Jangan kau usahakan kecuali yang baik. Dan jangan kau masukkan ke rumahmu, kecuali yang baik!" ujarnya.
Menurut keyakinannya, dunia dan seluruh isinya hanya semata-mata pinjaman dan menjadi jembatan untuk menyeberang menuju kehidupan yang abadi.

Pada suatu hari, para sahabat menjenguknya ketika ia sakit. Mereka mendapatinya terbaring di atas hamparan dari kulit. Mereka menawarkan kepadanya agar kulit itu diganti dengan kasur yang lebih baik dan empuk.
Tawaran ini dijawabnya sambil memberi isyarat dengan telunjuknya, sedangkan kedua bola matanya menatap jauh ke depan. "Kampung kita nun jauh di sana, untuknya kita mengumpulkan bekal. Dan ke sana kita akan kembali. Kita akan berangkat kepadanya dan beramal untuk bekal di sana."

Comments

Popular posts from this blog

Teknologi Informasi dan Komunikasi di Universitas Narotama

Pada zaman sekarang manusia tidak bisa terlepas dari namanya teknologi, terutama smartphone khususnya anak-anak muda, tiap hari tiap jam pasti mereka mengecek apakah ada notifikasi baru atau tidak, karena perubahan tersebut pihak kampus juga merealisasikan hal yang sama, saat ini saya berkuliah di Universitas Narotama Di kampus saya sudah menerapkan teknologi informasi dan komunikasi, seperti halnya pada saat presensi kini sudah tidak menggunakan tanda tangan atau dipanggil satu persatu secara manual, namun menggunakan RFID yang ditanamkan pada kartu tanda mahasiswa. (Contoh Rfid scanner serta kartu rfid) Pemasangan beberapa titik hotspot untuk digunakan dalam pembelajaran, serta untuk mahasiswa lainnya yang ingin mengerjakan tugas yang membutuhkan koneksi internet serta sistem informasi untuk melihat jadwal kuliah   info pembayaran bulanan, kartu rencana studi dan kartu hasil studi, di Universitas Narotama juga menerapkan e-learning yang bernama e-...

Matriks Fundamental

Apa sih matriks itu? banyak yang mengira Matriks adalah Film xD, sebenarnya Matriks adalah bilangan di dalam kurung yang memiliki baris serta kolom (Pemahaman diri sendiri) Matriks mempunyai ordo, ordo ini maksudnya adalah satuan ukuran matriks yang menyatakan banyak baris diikuti dengan banyak kolom, contoh matriks berikut Matriks di atas memiliki ordo 2x3 karena memiliki 2 baris serta 3 kolom, hal ini juga berlaku pada ordo matriks lainnya, contoh matriks dengan ordo 4x5 maka memiliki 4 baris dan 5 kolom dsb, untuk mengingat notasi ordo saya biasanya menggunakan notasi baris (horizontal) x kolom (vertikal) agar lebih mudah menentukan ordo dari suatu matriks Matriks sendiri mempunyai beragam jenis yaitu a. Matriks Persegi   dengan kata lain matriks persegi adalah matriks yang mempunyai sifat jumlah baris = kolom, contoh 2x2, 3x3, 4x4 b. Matriks Diagonal    Matriks yang hanya memiliki angka pada garis diagonal utamanya c. Segitiga    Mat...